Artikel

BUNGA KAMBOJA DAN MASYARAKAT BALI

IPB DIGITANI - TANI DAN NELAYAN CENTER IPB UNIVERSITY - BUNGA KAMBOJA DAN MASYARAKAT BALI
Artikel / Hortikultura / Pertanian

BUNGA KAMBOJA DAN MASYARAKAT BALI

IPB DIGITANI - TANI DAN NELAYAN CENTER IPB UNIVERSITY - BUNGA KAMBOJA DAN MASYARAKAT BALI

Bunga kamboja adalah tumbuhan yang termasuk dalam genus Plumeria. Pohon kamboja berukuran kecil dengan daun yang jarang namun tebal. Ciri khasnya adalah bunga yang memiliki aroma harum dengan mahkota berwarna putih hingga merah keunguan. Akar pohon kamboja berjenis serabut, sementara tekstur bunganya tidak terlalu kasar maupun terlalu halus.

Meskipun memiliki nama “kamboja,” tumbuhan ini sebenarnya berasal dari Amerika Tengah, seperti Meksiko, Kolombia, dan Ekuador. Tanaman ini kemudian menyebar ke berbagai daerah tropis, termasuk Indonesia. Nama Plumeria diberikan untuk menghormati ahli botani asal Prancis, Charles Plumier, yang meneliti flora di Dunia Baru pada abad ke-17.

Di Indonesia, terutama di Bali, bunga kamboja memiliki peran yang sangat penting dalam peribadahan umat Hindu. Pemanfaatan bunga kamboja dalam upacara keagamaan bukan sekadar tradisi, tetapi juga mengandung makna spiritual dan filosofis yang mendalam.

Makna Spiritual Bunga Kamboja

Simbol Dedikasi dan Pengabdian

Dalam agama Hindu, bunga kamboja melambangkan dedikasi dan pengabdian kepada Tuhan. Oleh karena itu, bunga ini sering digunakan dalam berbagai ritual keagamaan, termasuk upacara ngaben dan pemujaan dewa-dewi.

Menurut laman resmi Kabupaten Badung, bunga kamboja memiliki dua peranan utama, yaitu sebagai simbol Dewa Siwa dan sebagai sarana sembahyang. Penggunaannya dalam ibadah mencerminkan kesucian hati serta niat tulus umat Hindu saat memuja Sang Hyang Widi Wasa dan para leluhur.

Kaitan dengan Bulan Purnama

Bunga kamboja memiliki keunikan karena mekar pada sasih kapat (bulan purnama keempat). Umat Hindu Bali meyakini bahwa bulan ini merupakan bulan yang baik dan penuh berkah. Proses berbunga yang bertepatan dengan waktu tersebut menjadikan bunga kamboja dianggap sebagai “sari alam” yang membawa kebaikan bagi umat Hindu.

Simbol Kesucian

Bunga kamboja hadir dalam berbagai warna, salah satunya adalah putih. Menurut Kumparan, bunga kamboja berwarna putih melambangkan kesucian, spiritualitas, dan kemurnian. Oleh karena itu, bunga ini sering digunakan dalam upacara keagamaan untuk menunjukkan niat suci dalam beribadah.

Penggunaan dalam Upacara Keagamaan

Bunga kamboja menjadi elemen penting dalam berbagai ritual umat Hindu di Bali. Beberapa upacara yang menggunakan bunga kamboja, seperti yang disebutkan dalam portal berita Suara Bali, antara lain:

  • Upacara Ngaben: Dalam ritual pemakaman, bunga kamboja digunakan sebagai persembahan untuk menghormati arwah orang yang telah meninggal.
  • Pemujaan Dewa-Dewi: Saat melakukan doa atau puja, bunga kamboja sering diletakkan di telapak tangan sebagai simbol penghormatan kepada dewa-dewi.
  • Kehidupan Sehari-hari: Selain dalam upacara keagamaan, bunga kamboja juga sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai simbol keindahan.

Penggunaan bunga kamboja dalam peribadahan dan kehidupan umat Hindu di Bali bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki nilai filosofis dan spiritual yang mendalam. Kehadirannya dalam berbagai ritual mencerminkan kesucian, penghormatan, serta keindahan dalam kehidupan keagamaan dan budaya masyarakat Bali.

Penulis: Bahana Bela Nusantoro | Editor: Rahel Azzahra

Tanya Pakar