Artikel

BUDIDAYA OKRA DI DALAM POT: PRAKTIS DAN MENGUNTUNGKAN

IPB DIGITANI - TANI DAN NELAYAN CENTER IPB UNIVERSITY - BUDIDAYA OKRA DI DALAM POT: PRAKTIS DAN MENGUNTUNGKAN
Artikel / Hortikultura / Pertanian

BUDIDAYA OKRA DI DALAM POT: PRAKTIS DAN MENGUNTUNGKAN

IPB DIGITANI - TANI DAN NELAYAN CENTER IPB UNIVERSITY - BUDIDAYA OKRA DI DALAM POT: PRAKTIS DAN MENGUNTUNGKAN

Okra (Abelmoschus esculentus L.) adalah salah satu tanaman hortikultura yang semakin populer untuk dibudidayakan. Tanaman yang berasal dari Afrika ini mulai masuk ke Indonesia pada tahun 1877 dan kini telah banyak dijual di pasar swalayan sebagai bahan pangan bernutrisi tinggi. Meskipun memiliki tekstur berlendir, okra menyimpan banyak manfaat kesehatan, sehingga memiliki prospek ekonomi yang baik.

Kandungan Gizi dan Manfaat Okra

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Lim, dkk. (2015) dalam jurnal Studi Karakteristik dan Stabilitas Pengemulsi dari Bubuk Lendir Okra, diketahui bahwa dalam setiap 100 gram buah okra muda mengandung:

  • 33 kalori
  • 7 gram karbohidrat
  • 3,2 gram serat
  • 81 miligram kalsium

Tingginya kandungan serat dalam buah okra menyebabkan teksturnya berlendir, tetapi lendir tersebut justru bermanfaat bagi kesehatan, seperti membantu pencernaan dan menjaga kadar gula darah.

Budidaya Okra di Dalam Pot

Menanam okra kini semakin praktis karena dapat dilakukan di dalam pot atau polybag, sehingga cocok bagi mereka yang memiliki lahan terbatas. Berikut adalah langkah-langkah budidaya okra dalam pot:

1. Syarat Tumbuh

Okra dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan ketinggian 0-800 mdpl. Tanaman ini membutuhkan media tanam yang kaya nutrisi dan memiliki drainase baik.

2. Media Tanam

Gunakan media tanam yang kaya nutrisi dan porus dengan mencampurkan tanah dan kompos. Pot atau polybag yang digunakan sebaiknya berukuran minimal 40 cm agar tanaman dapat berkembang dengan baik.

3. Penanaman
  • Gunakan biji okra yang sudah cukup tua agar memiliki daya tumbuh yang baik.
  • Tidak diperlukan persemaian, cukup rendam benih selama 4-6 jam sebelum ditanam.
  • Tanam 1-2 benih dalam setiap pot dengan kedalaman yang sesuai.
4. Penyiraman

Lakukan penyiraman dua kali sehari, pagi dan sore. Pastikan penyiraman tidak berlebihan agar tanaman tidak mengalami kebusukan akar.

5. Penyiangan

Penyiangan dilakukan secara rutin untuk mengurangi persaingan nutrisi antara tanaman utama dengan gulma yang tumbuh di sekitarnya.

6. Pemupukan

Pemupukan perlu dilakukan setelah 2 minggu penanaman untuk memastikan tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup agar tumbuh optimal.

7. Pengendalian Hama dan Penyakit

Pantau kondisi tanaman secara berkala untuk menghindari serangan hama dan penyakit. Jika ditemukan tanda-tanda serangan, lakukan pengendalian secara alami atau dengan pestisida yang aman bagi lingkungan.

Budidaya okra di dalam pot merupakan solusi praktis bagi mereka yang ingin menanam sendiri tanaman bernutrisi tinggi ini. Dengan perawatan yang relatif mudah dan manfaat kesehatan yang melimpah, okra menjadi pilihan menarik untuk dibudidayakan, baik untuk konsumsi pribadi maupun sebagai peluang usaha.

Penulis: Anis Bias Cintaning | Editor: Rahel Azzahra

Tanya Pakar