Artikel

ROBOT CERDAS DETEKSI PENYAKIT CABAI, SOLUSI BARU UNTUK PETANI 

Peneliti IPB University Kembangkan Robot Cerdas Berbasis AI Deteksi Penyakit Antraknosa pada Cabai | Foto: IPB University
Artikel / Pertanian / Teknologi Pertanian

ROBOT CERDAS DETEKSI PENYAKIT CABAI, SOLUSI BARU UNTUK PETANI 

Loading

Peneliti IPB University Kembangkan Robot Cerdas Berbasis AI Deteksi Penyakit Antraknosa pada Cabai | Foto: IPB University
Peneliti IPB University Kembangkan Robot Cerdas Berbasis AI Deteksi Penyakit Antraknosa pada Cabai | Foto: IPB University

Petani cabai di Indonesia kerap menghadapi tantangan serius akibat penyakit antraknosa, yaitu penyakit yang menyebabkan buah cabai muncul bercak hitam dan akhirnya busuk. Kerugian akibat serangan penyakit ini bisa sangat besar, terutama menjelang musim panen. 

Kabar baiknya, kini hadir inovasi dari para peneliti IPB University yang bisa membantu petani mengatasi masalah tersebut. Dr. Ridwan Siskandar, dosen dari Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer, Sekolah Vokasi IPB, bersama timnya berhasil mengembangkan robot cerdas berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi penyakit antraknosa pada cabai. 

Bagaimana Cara Kerjanya? 

Robot ini dilengkapi dengan teknologi kamera (computer vision) yang bisa memindai kondisi tanaman cabai di lahan. Dengan bantuan algoritma machine learning, robot mampu mengenali gejala awal penyakit, seperti munculnya bercak hitam pada buah cabai. 

Robot dapat mendeteksi penyakit secara cepat dan akurat, sehingga petani bisa segera melakukan tindakan pencegahan sebelum penyakit menyebar lebih luas. 

Praktis dan Efisien di Lahan 

Robot ini bisa dikendalikan dari jarak jauh menggunakan remote control, sehingga mengurangi kebutuhan tenaga kerja manual. Petani pun bisa menghemat waktu dan tenaga, sekaligus lebih fokus pada pekerjaan lain yang juga penting dalam usaha tani. 

Keunggulan lain dari robot ini adalah desainnya yang menggunakan model skid steering. Dengan sistem ini, robot bisa bergerak lincah di lahan yang sempit, berbelok tajam, bahkan menjelajah kontur tanah yang tidak rata. Artinya, robot tetap bisa bekerja dengan baik di lahan berbukit maupun datar, tanpa merusak tanaman. 

Manfaat untuk Petani Cabai 

Dengan hadirnya robot ini, petani diharapkan dapat mendeteksi penyakit lebih cepat sehingga kerugian panen dapat ditekan. Selain itu, penggunaan robot juga membantu menghemat biaya tenaga kerja karena proses pemantauan dilakukan secara otomatis. Dengan tanaman yang lebih sehat dan terjaga, produktivitas pun dapat meningkat sehingga hasil panen menjadi lebih optimal. 

Pengembangan robot cerdas ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong penggunaan teknologi di sektor pertanian. Harapannya, inovasi seperti ini bisa memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus membuka jalan bagi penerapan pertanian presisi di Indonesia. 

Penulis: Rahel Azzahra | Editor: Rahel Azzahra 

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame