Artikel

PERAN CAPUNG DALAM MENDUKUNG BUDIDAYA PADI YANG RAMAH LINGKUNGAN

PERAN CAPUNG DALAM MENDUKUNG BUDIDAYA PADI YANG RAMAH LINGKUNGAN
Artikel / Pertanian

PERAN CAPUNG DALAM MENDUKUNG BUDIDAYA PADI YANG RAMAH LINGKUNGAN

Loading

 

PERAN CAPUNG DALAM MENDUKUNG BUDIDAYA PADI YANG RAMAH LINGKUNGAN
Capung hinggap di tanaman padi, berperan sebagai pengendali hama alami yang membantu menjaga kesehatan tanaman

Capung merupakan serangga yang sering terlihat beterbangan di sawah, terutama saat musim tanam. Meski kerap dianggap sebagai pemandangan biasa, capung memiliki peran penting dalam ekosistem pertanian. Di balik sayapnya yang bening dan geraknya yang lincah, capung ternyata berfungsi sebagai predator alami yang membantu mengendalikan hama tanaman padi.

Peran capung sebagai predator alami menjadi penting terutama dalam budidaya padi, di mana hama seperti wereng dan penggerek batang kerap mengancam hasil panen. Dengan mengenali siklus hidup dan kebiasaannya, petani dapat memanfaatkan keberadaan capung sebagai bagian dari strategi pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan.

Peran Ekologis Capung dalam Budidaya Padi

Capung termasuk dalam ordo Odonata, yang terdiri dari dua kelompok besar: capung sejati (Anisoptera) dan capung jarum (Zygoptera). Dalam daur hidupnya, capung mengalami metamorfosis tidak sempurna, yaitu dari telur, nimfa (larva), hingga menjadi capung dewasa. Uniknya, sejak masih berupa nimfa yang hidup di air, capung sudah memangsa hewan kecil seperti jentik nyamuk, kutu air, dan larva serangga lainnya. Ketika dewasa, capung menjadi predator aktif di udara, memangsa berbagai hama seperti wereng, lalat, nyamuk, dan serangga kecil lainnya.

Di lahan sawah, kehadiran capung sangat membantu petani dalam mengendalikan populasi hama seperti wereng batang coklat, wereng hijau, dan penggerek batang. Tanpa bantuan bahan kimia, capung bekerja secara alami menjaga tanaman padi tetap sehat. Dengan peran ini, capung berkontribusi besar terhadap keseimbangan ekosistem dan mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Cara Menjaga Keberadaan Capung di Sawah

Agar peran capung sebagai predator alami tetap terjaga, petani perlu menciptakan lingkungan yang mendukung kelangsungan hidupnya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Kurangi penggunaan pestisida kimia.
    Penggunaan pestisida secara berlebihan bukan hanya membunuh hama, tetapi juga musuh alami seperti capung. Sebaiknya pestisida hanya digunakan jika benar-benar diperlukan, sesuai prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
  2. Pelihara sumber air bersih.
    Capung bertelur dan berkembang biak di air. Menjaga saluran irigasi, parit, atau kolam kecil tetap bersih dan tidak tercemar bahan kimia menjadi hal penting agar nimfa capung dapat tumbuh dengan baik.
  3. Sediakan vegetasi alami di sekitar sawah.
    Area seperti pematang atau sudut lahan yang ditumbuhi tanaman liar dan rumput bisa menjadi tempat berteduh atau tempat istirahat bagi capung dewasa.
  4. Tanam pohon kecil atau tanaman pagar
    Tanaman yang tumbuh di tepi sawah bisa menjadi tempat hinggap capung. Beberapa jenis tanaman berbunga juga menarik serangga kecil lain yang menjadi makanan capung.

Capung bukan sekadar serangga yang beterbangan di sekitar sawah. Kehadirannya sebagai predator alami membantu petani dalam mengendalikan hama secara efektif dan ramah lingkungan. Dengan menjaga keberadaan capung melalui praktik pertanian yang bijak, petani ikut berkontribusi dalam menciptakan ekosistem sawah yang seimbang dan mendukung produksi padi yang berkelanjutan.

Penulis: Zalfa Cantika | Editor: Indrajid

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame