PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PADI
![]()

Beragam jenis hama dapat menyerang tanaman padi pada berbagai fase pertumbuhan. Di antara hama utama yang sering menimbulkan kerugian adalah wereng coklat yang menghisap cairan tanaman dan dapat menularkan virus berbahaya.
Wereng hijau juga merupakan hama penghisap dan vektor virus kerdil rumput dan kerdil hampa. Penggerek batang padi merusak batang tanaman, menyebabkan gejala sundep (pucuk mati pada fase vegetatif) dan beluk (malai tidak berisi pada fase generatif). Selain itu, berbagai jenis belalang, ulat grayak, dan keong mas juga dapat menjadi ancaman serius bagi tanaman padi.
Selain hama, berbagai jenis penyakit juga dapat menyerang tanaman padi dan menyebabkan kerugian hasil panen yang signifikan. Penyakit blas merupakan penyakit jamur yang menyerang daun, batang, dan malai, menyebabkan bercak-bercak dan dapat mengakibatkan gabah hampa. Penyakit bercak coklat menyebabkan bercak oval berwarna coklat pada daun dan gabah. Selain itu, penyakit tungro yang disebabkan oleh virus juga menjadi ancaman serius, menyebabkan tanaman kerdil dan tidak menghasilkan malai.
Pengendalian hama dan penyakit pada padi memerlukan pendekatan yang terpadu (Pengendalian Hama Terpadu/PHT), yang mengkombinasikan berbagai metode pengendalian secara bijaksana untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Beberapa strategi pengendalian yang umum diterapkan meliputi:
1. Pengendalian Kultur Teknis:
Meliputi praktik bercocok tanam yang sehat, seperti penggunaan varietas tahan hama dan penyakit, pengolahan tanah yang baik, pengaturan jarak tanam yang optimal, sanitasi lahan, serta pengaturan pola tanam dan rotasi tanaman yang tepat.
2. Pengendalian Hayati:
Memanfaatkan musuh alami hama, seperti predator (laba-laba, kumbang koksi, capung, burung), parasitoid (parasitoid telur dan larva hama), dan patogen (jamur, bakteri, virus yang menyerang hama).
3. Pengendalian Fisik dan Mekanis:
Meliputi tindakan langsung seperti pengumpulan dan pemusnahan telur dan larva hama secara manual, pemasangan perangkap hama, serta penggunaan penghalang fisik untuk mencegah serangan hama tertentu.
4. Pengendalian Kimiawi:
Pemilihan jenis pestisida harus tepat sasaran, dengan dosis yang sesuai, dan waktu aplikasi yang tepat untuk meminimalkan risiko resistensi hama dan dampak negatif terhadap lingkungan serta musuh alami.
Keberhasilan pengendalian hama dan penyakit pada padi sangat bergantung pada pemahaman petani terhadap biologi hama dan penyakit, kondisi lingkungan, serta penerapan strategi PHT secara konsisten. Monitoring populasi hama dan intensitas penyakit secara berkala menjadi penting untuk pengambilan keputusan pengendalian yang tepat waktu dan efektif, sehingga dapat menjaga panen padi tetap gemilang.
Penulis: Hotmansoh Gajah Manik | Editor: Rahel Azzahra