Artikel

TAHAP PENANAMAN PADI SERTA CARA MERAWATNYA

IPB DIGITANI - TANI DAN NELAYAN CENTER IPB UNIVERSITY - TAHAP PENANAMAN PADI SERTA CARA MERAWATNYA
Artikel / Pertanian

TAHAP PENANAMAN PADI SERTA CARA MERAWATNYA

Loading

Penanaman padi merupakan salah satu tahapan penting dalam proses budidaya yang harus dilakukan dengan tepat agar menghasilkan panen yang optimal. Proses ini dimulai setelah benih melalui tahap persemaian dan tumbuh dengan sempurna.

Selain penanaman setelah persemaian padi siap untuk dipindah tanam, perawatan padi menjadi aspek penting yang perlu untuk diperhatikan. Simak informasinya berikut ini!

Tahap Penanaman Bibit Padi

Bibit padi siap dipindahkan ke lahan tanam setelah benih di persemaian memiliki tiga hingga empat helai daun sempurna. Umumnya, proses ini memakan waktu sekitar 12 hingga 14 hari sejak benih disemai. Pemindahan bibit dari lahan semai ke lahan tanam harus dilakukan dengan hati-hati agar akar dan batang tanaman tidak rusak.

Sebelum bibit ditanam, lahan sawah terlebih dahulu diberi pupuk urea yang disebar merata ke seluruh permukaan. Setelah itu, lahan dibiarkan beberapa saat, kemudian dibuat kotak-kotak menggunakan alat bernama caplak. Pembuatan kotak ini bertujuan untuk memudahkan penanaman bibit.

Proses penanaman dilakukan dengan memasukkan bagian akar bibit ke dalam lubang tanam sedalam 1 hingga 15 cm, dengan posisi akar membentuk huruf “L” agar tumbuh lebih kuat dan sehat. Dalam satu lubang tanam, dianjurkan untuk menanam dua bibit sekaligus. Penanaman dilakukan dengan teknik maju ke depan untuk efisiensi kerja.

Masa penanaman padi idealnya dilakukan dua kali dalam setahun untuk mendapatkan hasil panen yang maksimal.

Perawatan Tanaman Padi

Setelah proses penanaman selesai, perawatan tanaman menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan dan produktivitas padi. Tiga aspek penting dalam perawatan padi adalah penyiangan, pengairan, dan pemupukan.

  1. Penyiangan
    Penyiangan dilakukan untuk membersihkan lahan dari gulma atau tanaman pengganggu yang dapat menghambat pertumbuhan padi. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan secara rutin, yakni setiap dua hingga tiga minggu sekali.
  2. Pengairan
    Kebutuhan air pada tanaman padi harus diperhatikan dengan cermat. Pastikan tanaman tidak mengalami kekurangan maupun kelebihan air. Pengairan disesuaikan dengan kondisi cuaca dan fase pertumbuhan tanaman.
  3. Pemupukan
    Pemupukan pertama dilakukan satu minggu setelah tanam, dengan menggunakan pupuk urea sebanyak 100 kg per hektar dan pupuk TPS sebanyak 50 kg per hektar. Pemupukan kedua dilakukan pada usia tanaman 25 hingga 30 hari, dengan pemberian pupuk urea sebanyak 50 kg per hektar dan pupuk Phonska sebanyak 100 kg per hektar.

Penanaman dan perawatan padi yang tepat akan sangat menentukan kualitas dan kuantitas hasil panen. Oleh karena itu, setiap tahapan mulai dari persemaian, penanaman, hingga pemeliharaan harus dilakukan dengan teliti dan sesuai dengan pedoman teknis yang telah terbukti efektif. Dengan manajemen yang baik, budidaya padi tidak hanya menghasilkan panen melimpah, tetapi juga menjaga keberlanjutan produksi pertanian di masa mendatang.

Penulis: Jovita Elizabeth Lumban Toruan | Editor: Rahel Azzahra

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame