PENTINGNYA DRAINASE EFEKTIF UNTUK KEBERHASILAN PERSEMAIAN PADI NAMPAN PLASTIK
PENTINGNYA DRAINASE EFEKTIF UNTUK KEBERHASILAN PERSEMAIAN PADI NAMPAN PLASTIK
![]()

Persemaian merupakan tahap awal yang sangat penting dalam proses budidaya tanaman padi. Keberhasilan pada tahap ini akan sangat menentukan kualitas pertumbuhan tanaman di fase berikutnya. Salah satu aspek krusial dalam kegiatan persemaian, khususnya ketika menggunakan wadah seperti nampan plastik, adalah sistem drainase.
Drainase adalah sistem pengaliran air yang berlebihan di suatu area, termasuk pada area pertanian. Sistem pengaliran yang baik akan menjaga kelembapan media tanam tetap optimal dan mencegah terjadinya genangan air yang dapat menghambat pertumbuhan akar benih.
Drainase pada Nampan Plastik
Pada praktik persemaian menggunakan nampan plastik, media tanam biasanya disusun dari campuran tanah, pupuk kandang, dan kompos dengan komposisi tertentu. Dalam kasus ini, perbandingan media 1:1:2 (Kompos : Tanah : Pupuk kandang kambing) banyak digunakan. Namun, tanpa sistem drainase yang memadai, media semai akan menjadi terlalu lembab, menyebabkan benih mudah membusuk, pertumbuhan akar terhambat, bahkan dapat memicu serangan jamur.
Modifikasi sederhana dilakukan dengan membolongi bagian dasar nampan plastik di empat titik, sehingga kelebihan air dapat mengalir keluar secara merata. Lubang drainase ini memungkinkan sirkulasi udara pada media dan mencegah akumulasi air, terutama pada kondisi lingkungan yang tidak menentu. Hal ini penting karena pada tahap awal, akar padi masih sangat lemah dan rentan terhadap kelebihan air.
Pentingnya Drainase pada Persemaian
Drainase yang efektif juga berperan dalam mendukung kestabilan suhu dan kelembapan media, dua faktor penting untuk merangsang perkecambahan. Selain itu, sistem drainase yang baik akan mempermudah pengelolaan air oleh petani atau mahasiswa yang melakukan persemaian dalam skala kecil.
Dengan penerapan teknik drainase yang tepat, persemaian padi menggunakan nampan plastik dapat menjadi alternatif yang efisien dan ramah lingkungan, khususnya dalam kegiatan pertanian edukatif dan skala rumah tangga. Sistem ini tidak hanya hemat lahan, tetapi juga mendukung efisiensi penggunaan air serta meminimalkan risiko kegagalan semai.
Selain pada skala kecil seperti nampan plastik, drainase yang efektif juga menjadi perhatian utama dalam konteks persemaian padi di lahan Rawa Lebak, Lampung. Berdasarkan penelitian Yulia Pujiharti yang dilakukan pada tahun 2017, pengelolaan tata air di lahan Rawa Lebak menjadi salah satu tantangan utama dalam peningkatan produksi padi, karena karakteristik air yang fluktuatif yaitu sering tergenang pada musim hujan dan mengalami kekeringan saat kemarau.
Oleh karena itu, proses persemaian pun disarankan dilakukan di lokasi yang dekat dengan sumber air dan menggunakan wadah seperti nampan atau alat persemaian lainnya yang dapat dikontrol. Dengan menggunakan nampan plastik yang telah dimodifikasi dengan lubang drainase, kelebihan air dapat dibuang secara efisien, sehingga benih tidak mengalami pembusukan akibat air yang menggenang terlalu lama, sebuah kondisi yang sering terjadi di lahan rawa. Pendekatan ini mencerminkan penerapan teknologi sederhana yang relevan untuk mengatasi kendala teknis dalam persemaian yang disebabkan oleh kondisi pengairan yang tidak stabil.
Penulis: Zalfa Cantika | Editor: Rahel Azzahra