Artikel

TIPS BUDIDAYA STEVIA UNTUK HASIL PANEN BERKUALITAS

IPB DIGITANI - TANI DAN NELAYAN CENTER IPB UNIVERSITY - TIPS BUDIDAYA STEVIA UNTUK HASIL PANEN BERKUALITAS
Artikel / Hortikultura / Pertanian

TIPS BUDIDAYA STEVIA UNTUK HASIL PANEN BERKUALITAS

IPB DIGITANI - TANI DAN NELAYAN CENTER IPB UNIVERSITY - TIPS BUDIDAYA STEVIA UNTUK HASIL PANEN BERKUALITAS

Stevia merupakan tanaman pemanis alami yang semakin diminati karena kandungan kemanisannya yang tinggi dan lebih sehat dibandingkan gula pasir. Budidaya stevia yang dilakukan secara intensif dan di lingkungan yang sesuai dapat menghasilkan panen berkualitas tinggi.

Mengutip dari hasil liputan Trubus.id dengan Ir. Thio Setiowekti, seorang pekebun stevia di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, stevia tumbuh optimal di daerah dengan ketinggian lebih dari 800 meter di atas permukaan laut (m dpl). Bahkan, semakin tinggi tempat penanaman, semakin tinggi pula tingkat kemanisannya.

Thio melakukan uji coba menanam stevia di ketinggian 1.200 m dpl, di bawah tegakan kopi arabika. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kemanisan daun stevia dari kebunnya mencapai 500 kali lipat dibandingkan gula pasir. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata stevia lain yang tingkat kemanisannya 200—300 kali lipat dari gula pasir.

Teknik Budidaya Stevia

Gunakan bibit stevia setinggi 20—30 cm dengan 3—4 cabang untuk penanaman. Media tanam yang digunakan adalah campuran tanah, kompos, dan abu sekam dengan perbandingan 6:2:2. Budidaya dilakukan secara organik, di mana pupuk tambahan hanya berupa pupuk organik cair, dan penambahan media tanam pada guludan dilakukan setiap 6 bulan sekali.

Jarak tanam yang digunakan adalah 30 cm x 30 cm, sehingga dalam satu hektare lahan dapat ditanam sekitar 67.000 tanaman stevia. Tanaman stevia pertama kali dipanen pada umur 90 hari setelah tanam (HST), dengan hasil rata-rata 100 gram daun basah per tanaman.

Panen berikutnya dilakukan setiap 21 hari menggunakan sistem ratun, yaitu memangkas tanaman tanpa mencabutnya. Dengan panen yang rutin dan tepat waktu, produksi dapat meningkat sekitar 10% setiap kali panen karena munculnya cabang produksi baru. Namun, penting untuk memastikan tanaman tidak dibiarkan berbunga karena dapat menghambat pertumbuhan daun yang memiliki kadar kemanisan tertinggi.

Selain itu, kondisi lahan harus selalu dijaga agar berada dalam kapasitas lapang, yakni cukup air tetapi tidak sampai tergenang. Ketersediaan air yang cukup akan mendukung pertumbuhan optimal tanaman, terutama daunnya.

Proses Pengeringan Stevia

Setelah panen, daun stevia dikeringkan menggunakan oven untuk mempertahankan warna hijau terang dan mempercepat proses pengeringan dibandingkan dengan metode sinar matahari. Pengeringan dilakukan selama 8 jam pada suhu 70°C, di mana daun stevia mengalami penyusutan hingga 70%. Dari 100 gram daun segar, diperoleh sekitar 30 gram daun kering dengan kadar air sekitar 8%.

Dengan metode budidaya yang intensif dan tepat, stevia dapat terus dipanen dengan sistem ratun hingga lima tahun, menjadikannya tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi pekebun. Budidaya stevia organik menjadi contoh sukses dalam menghasilkan stevia berkualitas tinggi dengan tingkat kemanisan yang luar biasa.

Penulis: Rahel Azzahra | Editor: Rahel Azzahra

Tanya Pakar