Artikel

BEGINI CARA ATASI RETAK DAN BUSUK PADA TOMAT HIDROPONIK

IPB DIGITANI - TANI DAN NELAYAN CENTER IPB UNIVERSITY - BEGINI CARA ATASI RETAK DAN BUSUK PADA TOMAT HIDROPONIK
Artikel / Hortikultura / Pertanian

BEGINI CARA ATASI RETAK DAN BUSUK PADA TOMAT HIDROPONIK

Dalam budidaya hidroponik, tomat menjadi salah satu komoditas unggulan yang memiliki potensi pasar tinggi. Namun, salah satu tantangan utama yang dihadapi petani adalah masalah retak pada buah (cracking) dan busuk ujung buah. Kedua permasalahan ini dapat menurunkan kualitas hasil panen serta mengurangi nilai jual tomat secara signifikan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai faktor penyebab dan cara pencegahannya menjadi kunci keberhasilan dalam budidaya tomat hidroponik.

Penyebab dan Pencegahan Retaknya Buah Tomat

Buah tomat yang mengalami retak sering kali dianggap tidak layak jual kecuali untuk bahan olahan seperti jus. Kerugian akibat fenomena ini bisa mencapai 10% dari total panen petani. Penyebab utama retaknya buah tomat adalah perubahan kadar air dalam tanaman secara tiba-tiba, terutama ketika tanaman mengalami dehidrasi lalu tiba-tiba mendapatkan pasokan air berlebih. Selain itu, kadar kalium yang rendah dalam tanaman juga membuat kulit tomat lebih rentan terhadap keretakan.

Kasus kekurangan air pada tanaman tomat hidroponik juga dapat dipicu oleh electro conductivity (EC) yang terlalu tinggi. EC mengukur kemampuan larutan nutrisi dalam menghantarkan ion listrik ke akar tanaman. Jika EC terlalu tinggi, larutan menjadi sangat kental sehingga penyerapan air oleh akar berkurang. Untuk tomat hidroponik, batas EC yang disarankan adalah 4,5.

Selain mengontrol EC, petani juga harus menjaga tingkat kelembapan udara atau relative humidity (RH) di dalam lingkungan budidaya. Kelembapan udara tidak boleh turun di bawah 50%. Jika RH mulai menyentuh angka 52%, petani harus segera waspada. Salah satu cara efektif untuk meningkatkan kelembapan adalah dengan menyiram lantai greenhouse. Dengan menjaga keseimbangan air dan lingkungan yang ideal, risiko retaknya buah dapat diminimalkan.

Mengatasi Busuk Ujung Buah pada Tomat

Busuk ujung buah merupakan masalah lain yang sering muncul dalam budidaya tomat hidroponik. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kekurangan kalsium, yang berperan penting dalam memperkuat dinding sel tanaman. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan kalsium dalam pupuk mikro sangat penting. Dosis pupuk kalsium yang paling rendah adalah 130 ppm, sementara dosis idealnya adalah 160 ppm.

Pada musim hujan, ketika intensitas sinar matahari lebih rendah, kebutuhan kalsium dalam pupuk campuran AB sebaiknya mencapai 160 ppm. Selain itu, dosis nutrisi lainnya yang harus diperhatikan adalah kalium sebanyak 300 ppm, magnesium 60—80 ppm, dan fosfat 60 ppm. Namun, pemberian amonium sebaiknya dikurangi karena dapat mengencerkan klorofil, sehingga tanaman lebih sulit menyerap kalsium.

Solusi Lainnya

Selain faktor cahaya, tanaman juga bisa mengalami kekurangan kalsium akibat transpirasi tinggi yang menyebabkan penguapan air berlebih dari daun. Padahal, pengangkutan kalsium ke buah sangat bergantung pada ketersediaan air dalam tanaman. Oleh karena itu, kebutuhan air harus selalu dipenuhi dengan baik agar tanaman tidak mengalami defisiensi kalsium dan terhindar dari busuk ujung buah. Berdasarkan hasil penelitian, kebutuhan air yang optimal untuk mengangkut kalsium dalam tomat berada di kisaran 2—4%.

Selain menjaga ketersediaan air, petani juga harus memperhatikan tingkat pH larutan nutrisi. pH yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menghambat penyerapan kalsium oleh tanaman. Sebagai tambahan, EC larutan tidak boleh lebih dari 3 agar proses penyerapan pupuk berjalan dengan optimal.

Terakhir, petani dapat memilih varietas tomat yang lebih tahan terhadap busuk ujung buah sebagai langkah preventif tambahan. Dengan kombinasi teknik budidaya yang tepat dan pemilihan varietas yang unggul, produksi tomat hidroponik dapat lebih optimal serta memiliki kualitas yang lebih baik di pasaran.

Budidaya tomat hidroponik memerlukan perhatian ekstra terhadap faktor lingkungan dan nutrisi tanaman agar hasil panen berkualitas tinggi. Retaknya buah dapat dicegah dengan menjaga keseimbangan air, mengontrol EC, serta memastikan tingkat kelembapan tetap stabil. Sementara itu, busuk ujung buah dapat dihindari dengan memastikan kecukupan kalsium, menjaga pH larutan, serta mengelola kebutuhan air tanaman. Dengan menerapkan langkah-langkah ini secara konsisten, petani dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen tomat hidroponik mereka.

Penulis: Rahel Azzahra | Editor: Rahel Azzahra

Tanya Pakar