CARA MEMBUAT PUPUK KOMPOS DARI KOTORAN HEWAN

CARA MEMBUAT PUPUK KOMPOS DARI KOTORAN HEWAN

Pupuk kompos merupakan salah satu solusi alami yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman tanpa bergantung pada pupuk kimia. Salah satu bahan utama yang dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos adalah kotoran hewan, khususnya kotoran sapi. Kotoran sapi mengandung unsur hara penting seperti nitrogen, magnesium, kalium, dan kalsium, yang bermanfaat bagi kesuburan tanah dan kesehatan tanaman. Selain itu, penggunaan pupuk kompos juga membantu mengurangi dampak negatif dari penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan, menjaga keseimbangan ekosistem, dan meningkatkan pendapatan peternak.
Bahan-Bahan yang Diperlukan
Untuk membuat pupuk kompos dari kotoran sapi, berikut bahan-bahan yang perlu disiapkan:
- Kotoran sapi: 800 kg
- Arang sekam: 200 kg
- Serbuk gergaji: 4% dari total bahan
- Kapur: 1% dari total bahan
- Air: Secukupnya
- Alat bantu:
- Cangkul dan sekop untuk mengaduk dan membalik tumpukan kompos
- Terpal untuk menutup gundukan kompos
- Karung untuk mengemas pupuk kompos yang telah jadi
Cara Pembuatan Pupuk Kompos
Membuat pupuk kompos dari kotoran sapi membutuhkan proses yang terstruktur agar hasilnya maksimal. Berikut langkah-langkah pembuatannya:
- Persiapan bahan: Simpan kotoran sapi di tempat yang kering dan tertutup untuk membentuk tumpukan kompos.
- Pelembaban awal: Basahi kotoran sapi dengan air secukupnya sambil diaduk agar merata.
- Pencampuran bahan: Tambahkan serbuk gergaji, arang sekam, dan kapur ke dalam kotoran sapi. Pastikan bahan-bahan tercampur merata, dengan tingkat kelembaban yang sesuai (tidak terlalu basah atau terlalu kering).
- Penyimpanan dan fermentasi: Bentuk tumpukan kompos, kemudian tutup dengan terpal untuk menjaga kelembaban dan suhu.
- Pemantauan suhu: Suhu ideal selama proses pengomposan berkisar antara 55°C hingga 65°C. Jika suhu turun di bawah kisaran ini, balikkan tumpukan dan tambahkan bahan kering untuk menyesuaikan kadar air.
- Pembalikan tumpukan: Pada minggu pertama, balikkan tumpukan setiap 3 hari untuk memastikan oksigenasi yang cukup. Selanjutnya, pembalikan dilakukan setiap satu hingga dua minggu sesuai dengan perkembangan suhu dan kelembaban.
- Pengecekan kematangan: Setelah sekitar 3 minggu, periksa apakah kompos sudah tidak panas lagi. Kompos yang matang ditandai dengan warna coklat tua, tekstur rapuh, dan tidak berbau.
- Pengepakan dan penyimpanan: Jika pupuk sudah siap, masukkan ke dalam karung untuk penyimpanan atau langsung digunakan pada lahan pertanian dan tanaman.
Proses pembuatan pupuk kompos ini memerlukan waktu antara 1 hingga 6 bulan, tergantung pada kondisi pengomposan. Setelah siap, pupuk ini dapat digunakan untuk memperbaiki tanah kebun, lahan pertanian, atau sebagai campuran media tanam di dalam pot. Dengan menerapkan metode ini, kita tidak hanya membantu menjaga keseimbangan ekosistem, tetapi juga mendukung pertanian berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.
Penulis: Fathiyya Azzahra | Editor: Rahel Azzahra