Artikel

LPA2I IPB UNIVERSITY PERKENALKAN SAFARI KLINIK AGROMARITIM KEPADA MASYARAKAT KABUPATEN BREBES

MYD_6398
Berita / Siaran Pers

LPA2I IPB UNIVERSITY PERKENALKAN SAFARI KLINIK AGROMARITIM KEPADA MASYARAKAT KABUPATEN BREBES

Loading

“Semoga program ini dapat membantu masyarakat memperoleh informasi dan berkonsultasi langsung dengan pakar IPB, sehingga berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan dapat ditangani secara lebih tepat melalui rekomendasi dan pendampingan yang sesuai.”

DIGITANI.IPB.AC.ID, Bogor – IPB University melalui Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) memperkenalkan program Safari Klinik Agromaritim kepada Pemerintah Kabupaten Brebes dalam rangkaian Sakub Kaligua Festival di kawasan Kaligua, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu (17/10). Program ini dikoordinasikan oleh Bidang Pengembangan Tani dan Nelayan LPA2I IPB University sebagai upaya untuk memperkenalkan layanan konsultasi dan pendampingan berbasis kepakaran IPB University dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan peternakan sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh 277 peserta ini, LPA2I menghadirkan pakar dari bidang pertanian dan peternakan untuk memperkenalkan cakupan keilmuan dan bentuk layanan yang dapat dikembangkan melalui Safari Klinik Agromaritim. Bidang peternakan melibatkan Dr. Iwan Prihantoro, S.Pt., M.Si., Dr. Muhamad Baihaqi, S.Pt., M.Sc., dan Edit Lesa Aditia, S.Pt., M.Sc. Sementara itu, bidang pertanian melibatkan Bonjok Istiaji, S.P., M.Si., dan Dr. Endang Gunawan, S.P., M.Si.

Keterlibatan para pakar tersebut mencerminkan pendekatan multidisiplin IPB University dalam mendukung pengembangan usaha pertanian dan peternakan. Melalui konsultasi berbasis kepakaran, berbagai persoalan teknis yang dihadapi pelaku usaha dapat didiskusikan untuk memperoleh arahan awal yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Pendekatan ini juga membuka peluang pengembangan layanan yang lebih terarah melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Konsultasi Pakan Ternak oleh Masyarakat (Dokumentasi: LPA2I IPB University)

Sebagai bagian dari pengenalan program, Bonjok Istiaji, S.P., M.Si., selaku Asisten Bidang Pengembangan Tani dan Nelayan, memperkenalkan konsep Klinik Agromaritim sebagai layanan konsultasi bergerak yang mendekatkan kepakaran IPB University kepada masyarakat.

Salah satu isu yang mengemuka dalam kegiatan tersebut adalah diskusi bersama Asosiasi Petani Jagung Kabupaten Brebes mengenai peningkatan produksi jagung untuk mendukung kebutuhan pakan sapi perah. Diskusi ini memperlihatkan keterkaitan antara sektor pertanian dan peternakan, khususnya dalam penyediaan bahan pakan yang memadai untuk menunjang produktivitas usaha peternakan. Isu tersebut sekaligus menjadi contoh persoalan lintas sektor yang dapat ditindaklanjuti melalui pertukaran pengetahuan dan pendampingan berbasis kepakaran.

Diskusi bersama Asosiasi Petani Jagung Kabupaten Brebes (Dokumentasi: LPA2I IPB University)

Kepakaran IPB University di bidang peternakan juga berkontribusi dalam rangkaian Sakub Kaligua Festival melalui keterlibatan Dr. Muhamad Baihaqi, S.Pt., M.Sc., sebagai pakar dalam kontes Domba Sakub. Partisipasi tersebut menjadi bentuk kontribusi keilmuan dalam kegiatan yang mengangkat potensi peternakan lokal. Kehadiran pakar di tengah kegiatan masyarakat juga memperkuat hubungan antara pengetahuan akademik, praktik peternakan, dan pengembangan potensi daerah.

Dr. Muhamad Baihaqi, S.Pt., M.Sc., dalam kegiatan kontes Domba Sakub (Dokumentasi: LPA2I IPB University)

Apresiasi terhadap kehadiran program ini disampaikan oleh Camat Paguyangan, Kabupaten Brebes, Koko Kusnanto, yang merupakan alumni Fakultas Kehutanan IPB. Ia mengapresiasi upaya LPA2I IPB University dalam menghadirkan layanan konsultasi yang mendekatkan masyarakat dengan pakar perguruan tinggi.

“Saya mengapresiasi kehadiran Safari Klinik Agromaritim dari LPA2I IPB University di Kabupaten Brebes. Semoga program ini dapat membantu masyarakat memperoleh informasi dan berkonsultasi langsung dengan pakar IPB, sehingga berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan dapat ditangani secara lebih tepat melalui rekomendasi dan pendampingan yang sesuai,” ujarnya.

Konsultasi oleh Camat Paguyangan bersama Pakar Pertanian (Dokumentasi: LPA2I IPB University)

Selain layanan tatap muka, LPA2I turut memperkenalkan IPB Digitani sebagai platform konsultasi daring yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengakses informasi dan berkonsultasi dengan pakar IPB University. Kehadiran platform ini melengkapi pendekatan layanan bergerak melalui akses digital, sehingga masyarakat memiliki alternatif untuk memperoleh informasi dan kepakaran tanpa harus selalu bertemu langsung dengan pakar.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, LPA2I juga menyerahkan cinderamata berupa inovasi pakan ternak dari Fakultas Peternakan serta inovasi benih pertanian hasil riset dosen IPB University kepada Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, S.E., M.M. Penyerahan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan hasil riset dan inovasi IPB University yang berpotensi mendukung pengembangan sektor pertanian dan peternakan di daerah.

Penyerahan cinderamata kepada Bupati Brebes (Dokumentasi: LPA2I IPB University)

Melalui Safari Klinik Agromaritim di Sakub Kaligua Festival, LPA2I IPB University memperkenalkan potensi kepakaran dan layanan pendampingan perguruan tinggi kepada pemerintah daerah serta masyarakat Kabupaten Brebes. Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun sinergi yang lebih luas dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, memperkuat kapasitas pelaku usaha, dan mengembangkan solusi berbasis ilmu pengetahuan bagi sektor pertanian dan peternakan.

Ke depan, LPA2I IPB University membuka peluang perluasan pelaksanaan Safari Klinik Agromaritim ke berbagai wilayah dengan menyesuaikan layanan terhadap potensi daerah dan kebutuhan masyarakat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait, program ini diharapkan dapat memperkuat peran IPB University sebagai mitra dalam pengembangan pertanian dan peternakan serta mendekatkan kepakaran dari perguruan tinggi kepada masyarakat hingga tingkat desa.

Penulis: Fathiyya Azzahra | Editor: Nurma

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame