Artikel

LPA2I IPB DAMPINGI PENGHIJAUAN KAWASAN PELABUHAN TANJUNG PRIOK MELALUI REKOMENDASI PAKAR TANAMAN BUAH

WhatsApp Image 2026-08-27 at 10.25.52 AM (2)
Berita / Siaran Pers

LPA2I IPB DAMPINGI PENGHIJAUAN KAWASAN PELABUHAN TANJUNG PRIOK MELALUI REKOMENDASI PAKAR TANAMAN BUAH

Loading

“Tanaman yang dipilih harus memiliki daya adaptasi yang baik terhadap kondisi panas, kekeringan, paparan angin, dan salinitas. Di sisi lain, tanaman juga perlu memiliki karakter pertumbuhan yang dapat dikendalikan agar sesuai dengan keterbatasan ruang di kawasan pelabuhan,”

DIGITANI.IPB.AC.ID, Bogor – Bidang Pengembangan Tani dan Nelayan, Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University memberikan pendampingan kepada PT Prima Nur Panurjwan (PNP), PT Samudera Indonesia, dalam pengembangan program penghijauan di kawasan Dermaga Serbaguna Nusantara, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada Kamis (6/8). Pendampingan dilakukan dengan menghadirkan Guru Besar di bidang Pemuliaan Tanaman IPB University, Prof. Dr. Ir. Sobir, M.Si., untuk memberikan rekomendasi ilmiah terkait pemilihan tanaman buah yang sesuai dengan karakteristik lingkungan pelabuhan.

Kegiatan pendampingan diawali dengan survei lapangan untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan, kesesuaian lahan, serta potensi media tanam yang dapat digunakan, baik dalam pot maupun secara langsung di tanah. Kawasan pelabuhan memiliki tantangan tersendiri, antara lain paparan angin laut, suhu yang relatif tinggi, salinitas, keterbatasan ruang tanam, serta kondisi lahan yang berbeda dari kawasan budidaya pada umumnya.

Prof. Sobir menjelaskan bahwa pemilihan tanaman di kawasan pelabuhan tidak dapat hanya didasarkan pada nilai estetika, tetapi perlu mempertimbangkan kemampuan tanaman beradaptasi terhadap lingkungan pesisir.

“Tanaman yang dipilih harus memiliki daya adaptasi yang baik terhadap kondisi panas, kekeringan, paparan angin, dan salinitas. Di sisi lain, tanaman juga perlu memiliki karakter pertumbuhan yang dapat dikendalikan agar sesuai dengan keterbatasan ruang di kawasan pelabuhan,” jelasnya.

Menurutnya, tanaman buah juga dapat menjadi bagian dari pendekatan penghijauan yang memberikan manfaat ekologis sekaligus manfaat langsung bagi lingkungan sekitar. Kemampuan tanaman dalam menyerap karbon menjadi salah satu pertimbangan, mengingat kawasan pelabuhan merupakan area dengan aktivitas dan mobilitas yang tinggi.

Pakar Prof Sobir (Foto: LPA2I IPB)

Pendampingan ini dilakukan atas permohonan PT Prima Nur Panurjwan yang tengah mencari jenis tanaman buah yang tepat untuk dikembangkan di lingkungan perusahaan. Managing Director PT Prima Nur Panurjwan, Bian Adiantoro, menyampaikan bahwa pemilihan tanaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan penghijauan, tetapi juga mempertimbangkan keberadaan tamu internasional yang berkunjung ke perusahaan.

“Kami sedang mencari tanaman buah yang cocok untuk ditanam di kawasan perusahaan, sekaligus bisa menjadi bagian dari lingkungan yang kami tampilkan ketika ada tamu internasional berkunjung. Jadi, kami ingin tanaman yang tidak hanya bagus secara visual, tetapi juga memiliki nilai dan bisa memberikan manfaat nyata,” ujar Bian.

Berdasarkan hasil survei dan kajian lapangan, sawo, srikaya, sirsak, dan jambu biji varietas getas merah menjadi beberapa tanaman yang direkomendasikan. Sawo dan srikaya dinilai memiliki toleransi yang baik terhadap kondisi lingkungan dengan salinitas dan kekeringan, sementara sirsak dan jambu biji juga memiliki karakter pertumbuhan yang relatif sesuai untuk lokasi dengan keterbatasan ruang. Asam jawa dapat menjadi alternatif karena memiliki ketahanan terhadap kekeringan, meskipun toleransinya terhadap salinitas tergolong sedang.

Selain pemilihan jenis tanaman, aspek pengelolaan tanaman juga menjadi perhatian dalam pendampingan. Tanaman yang tidak cepat tumbuh besar dinilai lebih sesuai karena dapat mengurangi kebutuhan pemangkasan dan menekan biaya pemeliharaan. Untuk tanaman dalam pot, salah satu rekomendasi yang diberikan adalah penggunaan planter berukuran 50 x 50 cm yang cukup kuat sekaligus membantu mengendalikan perkembangan akar dan ukuran tanaman.

Dari sisi pemeliharaan, LPA2I IPB University turut merekomendasikan penerapan teknik yang efisien, seperti penggunaan pupuk dengan interval pemberian yang lebih panjang serta pemanfaatan mulsa karpet untuk menjaga kelembapan tanah dan menekan pertumbuhan gulma. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meminimalkan kebutuhan tenaga dan biaya perawatan di tengah tingginya aktivitas kawasan pelabuhan.

Pakar dan Tim PT Prima Nur Panurjwan (Foto: LPA2I IPB)

Melalui pendampingan berbasis keilmuan ini, LPA2I IPB University memperkuat perannya dalam menjembatani kepakaran IPB University dengan kebutuhan dunia usaha dan pemangku kepentingan. Rekomendasi tanaman dan teknik pemeliharaan yang dihasilkan diharapkan menjadi acuan bagi PT Prima Nur Panurjwan dalam mewujudkan program penghijauan yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan di kawasan Dermaga Serbaguna Nusantara, Pelabuhan Tanjung Priok.

Penulis: Jonathan Octo Richardo Marpaung | Editor: Nurma

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame