Artikel

BAGAIMANA CARA PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENANGANAN STRES PADA BUDIDAYA IKAN KOI

BAGAIMANA CARA PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENANGANAN STRES PADA BUDIDAYA IKAN KOI
Artikel Konsultasi / Perikanan

BAGAIMANA CARA PENGELOLAAN KUALITAS AIR DAN PENANGANAN STRES PADA BUDIDAYA IKAN KOI

Loading

Pertanyaan:

Saya ingin berkonsultasi mengenai budidaya ikan koi. Permasalahan yang sering terjadi adalah air kolam cepat keruh dan berbau dalam waktu kurang dari satu minggu sehingga diduga menyebabkan kadar oksigen terlarut menurun dan dapat memengaruhi kesehatan ikan. Selama ini penanganan yang dilakukan hanya dengan menguras air kolam sebanyak dua kali dalam seminggu. Selain itu, saat dilakukan pemindahan ikan untuk mengelompokkan berdasarkan umur dan ukuran, beberapa ikan mengalami stres hingga mati. Oleh karena itu, saya ingin mengetahui cara yang tepat agar proses pemindahan ikan dapat dilakukan dengan aman dan meminimalkan risiko stres maupun kematian. Mohon saran mengenai cara yang lebih efektif untuk menjaga kualitas air agar tetap jernih, tidak berbau, dan kadar oksigen tetap optimal tanpa harus terlalu sering mengganti air. Apakah diperlukan penambahan sistem filtrasi, aerasi, probiotik, atau metode pengelolaan kualitas air lainnya? Selain itu, bagaimana teknik pemindahan ikan yang benar agar ikan tidak mudah stres dan angka kematian dapat ditekan? Terima kasih atas waktu dan penjelasannya.

(Zahra Fitriya Neza)

Jawaban:

Ikan koi termasuk jenis ikan mas, relatif membutuhkan oksigen terlarut yang tinggi. Jika ikan koi membutuhkan pergantian air ataupun aliran air dan menyukai air jernih, maka dalam budidayanya harus disesuaikan antara kepadatan dengan jumlah pergantian air. Bagus juga kalau dilakukan penggunaan filter fisik seperti air dialirkan dengan pompa celup, dialirkan melalui filter fisik (dakron, busa, dll), ataupun kapasitas pompa disesuaikan dengan aliran yg diinginkan. Setiap hari filter fisik tersebut dibersihkan. Dengan demikian akan mengurangi kekeruhan air media. Penggantian air dengan air baru memang harus dilakukan dengan hati-hati. Dalam kasus diatas sepertinya perlu disiapkan air tandon yang sudah ditaruh di bak air lebih dari 1 hari, sehingga racun-racun dari sumur atau kaporit dari PDAM bisa menguap dulu. Untuk pemindahan/pengelompokan ikan harus dilakukan dengan menggunakan wadah yang halus dan dilakukan dengan cepat tetapi halus. Dan bila perlu, digunakan antibiotik sesuai dosis yang dianjurkan dalam kemasannya. Semoga membantu.

Dijawab oleh, Dr.Ir Cecillia Eny Indriastuti, M.Si | Editor: Jonathan Octo Ricardo Marpaung

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame