BAGAIMANA MENGELOLA KESEHATAN DAN PERTUMBUHAN OPTIMAL PADA POLIKULTUR UDANG DAN NILA DI TAMBAK
BAGAIMANA MENGELOLA KESEHATAN DAN PERTUMBUHAN OPTIMAL PADA POLIKULTUR UDANG DAN NILA DI TAMBAK
![]()
Pertanyaan:
Selamat Sore Ibu, Semoga selalu diberikan kesehatan dan keberkahan, Ijin bertanya ibu, kebetulan saya baru memulai usaha tambak di daerah kerawang, mohon bimbingan nya untuk management kesehatan ikan dengan jenis udang Windu, udang Peci dan ikan nila ini yang ditamam secara poly culture, point-point apa saja yg harus saya control dan pemeberian vitamin apa yg di sarankan kesehatan ikan dan pertumbuhan lebih optimal, untuk salnity air berkisar antara 10 – 20 ppt, dan saat ini untuk nila saya menggunakan Nila Srikandi hasil pemulian BRPI Sukamandi. Untuk pakan nila sendiri itu mengandalkan pakan alami yang tumbuh di tambak seperti ganggeng dan lumut, dan mohon arahan jika ada pakan alternatif yang secara nilai ekonomis lebih murah dari pakan pabrikan Terima Kasih. (Muhammad Toriqul Falah).
Jawaban:
1. Parameter Kesehatan Utama yang Perlu Dipantau Untuk memastikan pertumbuhan dan kesehatan optimal pada sistem polikultur, beberapa parameter kualitas air berikut perlu dipantau secara rutin:
- Suhu: Pertahankan dalam kisaran optimal sesuai kebutuhan masing-masing spesies.
- Oksigen terlarut (DO): Pastikan kadar oksigen mencukupi, terutama menjelang pagi hari karena pada saat tersebut kadar oksigen biasanya menurun.
- pH: Pertahankan pada kisaran 6,5–8,5 untuk mendukung pertumbuhan nila dan udang.
- Amonia (NH₃): Pantau kadar amonia tak terionisasi karena konsentrasi yang tinggi dapat menyebabkan stres pada ikan dan udang.
- Salinitas: Pertahankan salinitas pada kisaran 10–20 ppt, yang masih sesuai untuk udang dan nila. Pemantauan rutin menggunakan sensor atau sistem otomatis dapat meningkatkan efisiensi budidaya serta menekan tingkat kematian.
2. Vitamin dan Suplemen yang Direkomendasikan Untuk Udang:
- Vitamin seperti vitamin A/C dan nutrien esensial lainnya penting untuk meningkatkan pertumbuhan, kekebalan tubuh, dan mengurangi stres.
- Suplementasi vitamin sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan spesifik spesies yang dipelihara.
- Untuk Nila, probiotik dapat meningkatkan pertumbuhan, sistem imun, dan ketahanan terhadap penyakit.
- Sinbiotik (kombinasi prebiotik dan probiotik) juga efektif untuk meningkatkan efisiensi pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan.
3. Pakan Alternatif untuk Nila Nila dapat memanfaatkan pakan alami seperti ganggang dan perifiton yang tumbuh di tambak. Alternatif pakan yang lebih ekonomis dibanding pakan pabrikan antara lain:
- Tepung maggot: Mengandung protein tinggi (30–45%) dan dapat menggantikan hingga 75% pakan komersial tanpa menurunkan pertumbuhan.
- Larva Black Soldier Fly (BSFL): Berkelanjutan dan ekonomis, dapat menggantikan hingga 75% pakan komersial dan menurunkan biaya pakan hingga 64%.
- Dedak fermentasi: Penggunaan dedak fermentasi yang dikombinasikan dengan pengurangan pakan komersial dapat menekan biaya produksi tanpa mengurangi performa pertumbuhan.
- Tepung tulang ikan: Dapat digunakan sebagai pengganti tepung ikan dengan performa pertumbuhan dan efisiensi pakan yang sebanding.
4. Manfaat Sistem Polikultur Sistem polikultur antara nila dan udang dapat:
- Kualitas air lebih terjaga.
- Mengurangi limbah budidaya.
- Meningkatkan produktivitas tambak. Penambahan probiotik pada sistem polikultur juga dapat meningkatkan produksi dan kesehatan fisiologis organisme budidaya.
5. Pertimbangan Ekonomi Penggunaan pakan alternatif untuk bahan baku embuatan pakan seperti BSFL, tepung maggot, atau dedak fermentasi dapat secara signifikan menurunkan biaya pakan tanpa mengurangi performa pertumbuhan. Pemanfaatan pakan alami yang dikombinasikan dengan probiotik atau minyak atsiri juga dapat meningkatkan efisiensi ekonomi usaha budidaya.
Kesimpulan Untuk mengoptimalkan sistem polikultur Anda:
1. Lakukan pemantauan kualitas air secara rutin.
2. Gunakan vitamin, probiotik, atau sinbiotik untuk meningkatkan kesehatan dan kekebalan.
3. Manfaatkan bahan pembuatan pakan alternatif seperti maggot, BSFL, atau dedak fermentasi untuk menekan biaya pakan nila.
4. Optimalkan manfaat polikultur melalui pengelolaan limbah dan kualitas air yang baik. Penerapan strategi tersebut akan membantu meningkatkan pertumbuhan, kesehatan, keberlanjutan, dan keuntungan usaha budidaya Anda.
Semoga bermanfaat.
Dijawab oleh pakar Dr. Wiyoto, S. Pi., M.Sc I Editor : Jonathan Octo Ricardo Marpaung