Artikel

BUDIDAYA IKAN APAKAH EFEKTIF DI KOLAM LAMA?

BUDIDAYA IKAN APAKAH EFEKTIF DI KOLAM LAMA?
Artikel Konsultasi / Perikanan

BUDIDAYA IKAN APAKAH EFEKTIF DI KOLAM LAMA?

Loading

Pertanyaan:
Halo Dewan Pakar Digitani IPB. Saya punya kolam beton bekas budidaya lele, tapi kolam ini sudah lama tidak dipakai dan ada beberapa bagian yang bocor. Sebagai pemula yang baru mau mulai, saya ingin minta masukan jujur dari Bapak/Ibu Pakar. Dengan kondisi kolam seperti di foto, apakah masih disarankan saya lanjut budidaya lele? Atau menurut Pakar ada jenis ikan lain yang lebih menguntungkan dan cocok untuk pemula dengan tipe kolam beton seperti itu?
Kalau memang lele masih oke, gimana caranya agar budidayanya lebih efektif dan efisien? Saya inginnya perawatan yang murah tapi ikannya cepat besar dan waktu panennya tidak terlalu lama, supaya biaya produksinya tidak membengkak. Mohon arahan langkah-langkah memperbaiki kolam lama ini sampai siap diisi air dan bibit. Apa saja yang perlu ditambahkan agar airnya sehat buat ikan? Saya ingin belajar dulu dari panduan para Pakar sebelum benar-benar mulai praktik. Terima kasih banyak bantuannya!
(Mohammad Roikhul Fatahillah)

Jawaban:
Halo Sobat Tani dan Nelayan,
Berdasarkan pengamatan, jenis bak yang sebelumnya digunakan adalah bak beton/ semen,
sudah lama tidak dipakai serta ada indikasi retak/bocor dan lokasi bak berada di samping
bangunan (cukup teduh). Secara struktur, bak ini masih layak dimanfaatkan, namun perlu
perbaikan dan strategi usaha yang tepat agar tidak mengulang pengalaman “untung minim”.

Saran saya, jika ingin memperbaiki struktur bak, bisa dilakukan dengan cara membersihkan
semua lumut dan tanah yang menempel pada dinding bak dengan menyikatnya menggunakan
sikat kawat, selanjutnya retakan ditutup dengan menggunakan campuran semen/ adukan atau
dengan water proofing. Setelah tambalan kering, bak direndam air selama 2 sd 3 hari untuk
mengetes kebocoran.

Tahap netralisasi kolam selanjutnya dilakukan untuk mengurangi bau semen dan
menghilangkan kemungkinan adanya patogen dalam kolam yang baru diperbaiki dengan cara
mengisi kolam dengan air bersih, selanjutnya tambahkan garam krosok 200-250 g/m2,
tambahkan kapur dolomit sedikit saja, rendaman dibiarkan dalam kolam selama 2 sd 3 hari,
setelah itu air rendaman dibuang.

Tahap penggunaan bak untuk menebar ikan, setalah bak dikeringkan, selanjutnya diisi air
bersih dengan ketinggian yang disesuaikan, tambahkan probiotik (merek dan dosis bisa
menggunakan yang ada di pasar lokal), tambahkan molase/ sedikit gula merah untuk
mengaktifkan bakteri. Air campuran selanjutnya didiamkan selama 3 sd 5 hari sampai terlihat
stabil. Air dalam bak siap untuk ditebari ikan dengan catatan tidak bau semen, tidak terlalu
keruh dan tidak berbusa.

  • Saran Budidaya: Apakah tetap budidaya ikan lele atau ganti dengan komoditas yang
    lain?
    Pilihan 1 – Tetap Budidaya Ikan Lele (Paling Realistis untuk Pemula)
    Kelebihan:
    ❖ Ikan lele memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap kualitas air kurang bagus
    dibanding ikan lainnya dan cocok dipelihara di bak beton.
    ❖ Siklus pemeliharaan relatif lebih cepat, bisa 2,5–3 bulan panen (dari ukuran benih
    sampai ukuran konsumsi; 6-7 ekor/kg), atau dengan metode pemeliharaan dari ukuran
    benih tertentu (misal 3-5cm) dipelihara sampai dengan ukuran tertentu (misal 10-15cm)
    selanjutnya panen dan dijual..demikian seterusnya (potong kompas tidak memelihara
    sampai ukuran konsumsi).
    ❖ Pasar relatif lebih banyak, bisa dijual ke warung pecel lele (permintaan selalu ada).
    Kekurangan:
    ❖ Biaya pakan tinggi (70% biaya produksi); ini terjadi pada semua jenis ikan budidaya
    ❖ Harga jual fluktuatif
    ❖ Jika manajemen kurang tepat, maka keuntungan akan minim

Kalau target anda adalah belajar dulu dengan perputaran modal cepat, maka saran kami
pemeliharaan ikan lele masih pilihan paling aman untuk pemula. Dengan mempertimbangkan
bak sudah ada, modal ingin efisien serta masih tahap untuk mendalami; saya sarankan mulai
dengan lele skala kecil dulu (tidak padat tebar tinggi); Jangan langsung sistem intensif.

Agar tidak mengalami “Untung Tipis”: Masalah yang terjadi pada pemeliharaan ikan siklus
sebelumnya yang paman anda jalani, kemungkinan besar terjadi karena padat tebar ikan yang
terlalu tinggi, boros pakan, tidak rutin melakukan sortir ukuran serta tidak menghitung BEP
dengan benar.

Strategi Efisien untuk Pemula

  1. Jangan tebar ikan terlalu padat
    Misal ukuran bak/ kolam ±2×3 m:
    ➢ Maksimal 100–150 ekor dulu (belajar dulu)
    ➢ Jangan langsung 500–1000 ekor; padat tebar tinggi akan menyebabkan pakan
    menjadi lebih boros, ikan cepat stres, serta mudah terserang penyakit
  2. Melakukan sortir ukuran secara rutin dan terperiodik: Karena ikan lele memiliki
    sifat kanibal (apalagi kalau terlalu padat dan pakan kurang), maka diperlukan sortir secara
    periodik untuk memisahkan ukuran. Jarak waktu sortir silahkan diatur, tetapi sortir
    biasanya minimal dilakukan 2 minggu sekali.
  3. Mengatur pemberian dan penggunaan pakan dengan baik
    ➢ Gunakan pakan apung dengan kandungan protein 30–32%
    ➢ Beri makan 2-3 kali sehari, perhatikan saat pemberian pakan, dan jangan biarkan
    ada pakan yang sampai mengendap di dasar
    ➢ Target FCR realistis: 1–1,2, kalau FCR 1,5 ke atas terlalu besar dan akan rugi.
  4. Menambahkan pemberian probiotik: Probiotik harganya relatif murah dan terjangkau,
    tujuan pemberian probiotik adalah untuk mengurangi bau air wadah pemeliharaan,
    mengurangi kandungan amonia di dalam air pemeliharaan, menekan penyakit serta
    mendorong pertumbuhan pakan alami yang berasal dari buangan ikan dan sisa pakan
    yang tidak termakan. Jenis probiotik banyak dipasaran, bisa pakai probiotik perikanan
    komersial atau fermentasi EM4.
  5. Jangan menunggu panen ukuran konsumsi: Resiko akan lebih bisa ditekan dengan
    cara memanen ikan secara bertahap sehingga perputaran uang akan lebih cepat.

Strategi aman untuk langkah awal:
a.
Perbaiki 1 kolam dulu
b. Tebar 100–150 ekor
c. Catat semua biaya yang digunakan
d. Evaluasi setelah 1 siklus
Kalau OK, maka produksi bisa bertahap ditingkatkan.

Saran paling penting:
Kesalahan pemula biasanya: Ingin cepat untung dengan menebar ikan dengan kepadatan
yang tinggi, padahal kunci sukses budidaya adalah pengendalian (jangan buru-buru),
disiplin, dan sabar pada 2 siklus pertama (siklus kritis bagi pemula).

Semoga bermanfaat,

Dijawab oleh, Dr. Andri Iskandar, S.Pi, M.Si, M.Sc | Editor: Juan Febrian Panggabean

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame