PERANGKAP HAMA JITU: LINDUNGI LAHAN DENGAN YELLOW STICKY TRAP
![]()
Hai, Sobat Tani! Pernah nggak sih merasa heran kenapa tiba-tiba hama muncul di lahan, seolah-olah seperti tamu tak diundang, pulang tak diantar? Betul sekali, begitulah hama. Kehadirannya selalu tidak diharapkan karena bisa membuat tanaman stres, rusak, bahkan gagal panen.
Nah, daripada panen kita “kebobolan” lagi, ada baiknya kita mulai menerapkan pola pengendalian hama yang sederhana namun efektif, yaitu menggunakan yellow trap atau perangkap kuning.
Kenapa Perangkap Kuning Penting?
Serangga memiliki ketertarikan tinggi terhadap warna kuning. Warna ini memantulkan cahaya dengan cara yang menarik perhatian hama tertentu, sehingga mereka mendekat dan akhirnya menempel pada perangkap. Sederhana, tapi terbukti efektif.
Walau terlihat sederhana, perangkap kuning memiliki peran besar dalam mencegah lonjakan populasi hama. Banyak petani sering mengabaikan alat ini, padahal fungsinya sangat vital dalam upaya monitoring atau pemantauan hama di lahan.
Melalui pemantauan rutin, kita bisa mengetahui jenis serangga apa saja yang hadir di lahan, seberapa banyak populasinya, dan bagaimana perkembangannya dari waktu ke waktu. Dengan begitu, kita bisa mengambil langkah pengendalian yang tepat sebelum hama menyebar luas dan menimbulkan kerugian lebih besar.
Cara Menggunakan Perangkap Kuning
Dalam menggunakannya, ada dua cara yang dapat dipilih:
- Membeli perangkap kuning yang sudah jadi
Sobat Tani dapat membelinya di toko pertanian terdekat atau secara online. Setelah perangkap diterima, cukup buka lapisan perekatnya lalu pasang pada area tanaman yang sering menjadi tempat berkumpulnya serangga. Praktis dan cepat!
- Membuat Perangkap Kuning dari Barang Bekas
Kalau mau lebih hemat, perangkap kuning bisa dibuat sendiri dari kardus, botol plastik, atau kertas tebal. Caranya cukup mudah, kita hanya perlu cat permukaannya dengan warna kuning cerah—warna yang sangat disukai oleh banyak serangga.
Setelah cat kering, oleskan lem perekat apa saja yang mudah didapat. Perangkap pun siap digantung di area yang terjangkau serangga.
Sahabat tani, jangan lupa untuk memantau perangkap secara berkala. Dengan memahami keberadaan “tamu tak diundang” ini sejak awal, kita bisa mencegah kerusakan lebih parah pada tanaman. Ingat, lebih baik mencegah daripada mengobati. Perangkap kuning adalah langkah kecil yang berdampak besar untuk memastikan lahan tetap sehat dan panen tetap melimpah.
Penulis: Muhamad Rifaldi | Editor: Rahel Azzahra