Artikel

RUMPUT GAMA UMAMI: HIJAUAN SUPER UNTUK PAKAN TERNAK UNGGUL  

Rumput gama umami | Sumber: medanternak.
Artikel / Nutrisi dan Pakan Ternak / Peternakan

RUMPUT GAMA UMAMI: HIJAUAN SUPER UNTUK PAKAN TERNAK UNGGUL  

Loading

Dalam dunia peternakan modern, ketersediaan pakan hijauan yang berkualitas menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan usaha. Salah satu inovasi terbaru dalam bidang pakan hijauan adalah Rumput Gama Umami, varietas unggul hasil penelitian tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang kini banyak dibudidayakan di berbagai daerah Indonesia. 

Rumput Gama Umami. Dok: Fapet UGM.
Rumput Gama Umami. Dok: Fapet UGM.

Rumput Gama Umami merupakan hasil penelitian dari Fakultas Peternakan UGM, yang dikembangkan melalui pemuliaan genetika dari spesies Pennisetum purpureum (rumput gajah). Varietas ini pertama kali diperkenalkan sekitar tahun 2016 dan terus dikembangkan karena menunjukkan performa luar biasa dalam hal produktivitas dan kandungan nutrisinya. Nama “Gama” berasal dari singkatan Gadjah Mada, sedangkan “Umami” mencerminkan cita rasa gurih yang disukai ternak. 

Ciri-ciri dan Keunggulan 

Rumput Gama Umami memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya digemari peternak: 

  1. Produktivitas tinggi – Dalam satu tahun, rumput ini bisa dipanen hingga 8–12 kali dengan potensi hasil mencapai 250–300 ton bahan segar per hektar per tahun. 
  2. Tinggi dan lebat – Tanaman dapat tumbuh mencapai 3–4 meter, dengan batang yang tebal namun empuk, sehingga mudah dikonsumsi ternak. 
  3. Toleran terhadap kekeringan dan genangan – Gama Umami mampu tumbuh baik di berbagai kondisi lahan, mulai dari dataran rendah hingga tinggi. 
  4. Kandungan nutrisi unggul – Mengandung protein kasar sekitar 12–14%, dengan serat kasar rendah dan palatabilitas tinggi, menjadikannya sangat disukai sapi, kambing, maupun domba. 
  5. Regenerasi cepat – Setelah dipotong, rumput dapat tumbuh kembali dalam waktu 35–45 hari, tergantung kondisi lahan dan pemupukan. 
Teknik Budidaya 

Budidaya Gama Umami relatif mudah dan cocok untuk skala kecil hingga besar. Beberapa langkah penting dalam penanamannya antara lain: 

  • Persiapan lahan: Lahan dibersihkan dari gulma, kemudian dibuat bedengan atau larikan dengan jarak tanam sekitar 75 × 50 cm. 
  • Bibit: Dapat berupa stek batang sepanjang 3–4 ruas atau anakan hidup. 
  • Pemupukan: Gunakan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang, disertai pupuk NPK untuk hasil optimal. 
  • Perawatan: Lakukan penyiangan gulma dan penyiraman rutin, terutama di masa awal pertumbuhan. 
  • Panen: Panen pertama dapat dilakukan pada umur 60–70 hari setelah tanam, dan selanjutnya setiap 45 hari sekali. 
Manfaat bagi Peternak 

Penggunaan Gama Umami sebagai pakan utama mampu menekan biaya produksi karena ketersediaan hijauan terjamin sepanjang tahun. Kandungan nutrisinya yang tinggi membantu meningkatkan pertambahan bobot ternak dan produksi susu. Selain itu, rumput ini juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar silase, sehingga stok pakan tetap tersedia di musim kemarau. 

Dengan produktivitas tinggi, peternak tidak perlu membuka lahan baru secara berlebihan. Ini membantu menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi usaha. Banyak kelompok tani dan peternak di berbagai daerah melaporkan peningkatan pendapatan setelah mengganti rumput lokal dengan Gama Umami. 

Rumput Gama Umami bukan sekadar varietas baru, melainkan inovasi strategis yang menjawab tantangan klasik di sektor peternakan: ketersediaan pakan berkualitas sepanjang tahun. Dengan perawatan sederhana, hasil tinggi, dan nilai nutrisi yang unggul, Gama Umami menjadi simbol kemajuan riset lokal yang berdampak nyata bagi kesejahteraan petani dan peternak Indonesia. 

Penulis: Rahel Azzahra | Editor: Rahel Azzahra 

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame