INI CARA CEGAH HAMA TIKUS DI BAWANG MERAH
INI CARA CEGAH HAMA TIKUS DI BAWANG MERAH
![]()
Pernah menanam bawang merah, tapi hasil panennya rusak karena umbinya hilang atau bolong-bolong dari bawah? Mungkin saja itu bukan penyakit atau kesalahan pemupukan, tapi akibat serangan tikus sawah (Rattus argentiventer).
Meski tikus dikenal tidak menyukai tanaman yang berbau menyengat seperti bawang-bawangan, namun serangan tetap bisa terjadi, terutama saat kondisi lingkungan mendukung keberadaan mereka. Tikus dapat menyerang lahan bawang merah ketika cadangan makanan utama mereka seperti padi mulai langka atau musim panen padi telah lewat.
Kenali Tanda-tandanya
Serangan tikus umumnya tidak terlihat secara langsung, tapi dapat dikenali dari:
- Tanaman rebah atau tercabut dari tanah
- Umbi bawang hilang sebagian atau seluruhnya
- Adanya liang-liang kecil di sekitar bedengan
Tikus aktif menyerang pada malam hari dan sangat sulit dikendalikan bila populasinya sudah tinggi. Oleh karena itu, pencegahan lebih penting dibanding pengendalian saat sudah terjadi kerusakan.
Kenapa Bisa Terjadi di Lahan Bawang?
Dalam wawancara dengan Nadzirum Mubin, S.P., M.Si., dosen Proteksi Tanaman IPB University, dijelaskan bahwa meskipun secara umum tikus menghindari tanaman beraroma tajam seperti bawang, tetap ada kemungkinan serangan terjadi. Terutama bila tidak ada sumber pakan lain di sekitar, atau habitat alaminya terganggu.
“Tikus punya naluri bertahan hidup. Kalau sudah lapar, dan lahan pertanian menyediakan akses makanan, maka tetap akan diserang. Tapi perlu juga dipastikan, apakah benar itu serangan tikus. Kalau tidak ada bukti visual seperti foto atau jejak gigitan, bisa jadi bukan hama tikus,” jelas beliau.
Cara Mencegah Serangan Tikus di Pertanian Bawang Merah
1. Sanitasi Lahan Secara Teratur
Buang gulma, semak, dan tumpukan jerami yang bisa menjadi sarang tikus. Menurut Balai Proteksi Tanaman Hortikultura Jawa Timur, sanitasi adalah langkah awal untuk menekan populasi.
2. Gunakan Perangkap Tikus Ramah Lingkungan
Letakkan perangkap di pinggiran bedengan atau jalur perlintasan. Bisa berupa jepretan, bubu kawat, atau perangkap air. Tambahkan umpan berupa kelapa, jagung muda, atau ubi rebus.
3. Terapkan Tanam Serempak dan Pengaturan Pola Tanam
Tikus cenderung menyerang saat ada pertanaman yang menyendiri. Dengan tanam serempak, siklus hidup mereka terganggu dan kontrol lebih mudah dilakukan.
4. Lakukan Gropyokan Secara Massal
Pengendalian secara massal yang melibatkan masyarakat sekitar terbukti mampu menurunkan populasi tikus secara signifikan dalam waktu singkat.
5. Pelihara Musuh Alami Tikus
Seperti burung hantu (Tyto alba) atau ular sawah yang mampu memangsa tikus dalam jumlah besar. Banyak petani mulai membangun rumah burung hantu di sekitar lahan sebagai pengendalian hayati alami.
Penting: Pastikan Diagnosa Hama Sudah Tepat!
Banyak petani langsung menyimpulkan bahwa kerusakan tanaman adalah ulah tikus, padahal bisa jadi itu disebabkan oleh hama lain seperti nematoda, ulat tanah, atau bahkan penyakit umbi.
Karena itu, dokumentasi visual (foto) dan pemeriksaan langsung sangat disarankan sebelum melakukan tindakan pengendalian.
Jadi, jika kamu menemui gejala kerusakan pada tanaman bawang merah, jangan langsung panik! Cek dulu penyebabnya secara cermat. Pencegahan tikus bisa dilakukan, asal dilakukan sejak awal tanam dan melibatkan pendekatan ekologis dan gotong royong. Karena pertanian yang sehat dimulai dari ketelitian dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Penulis: Putri Nirmalasari | Editor: Rahel Azzahra