4 DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP SEKTOR PERTANIAN


Perubahan iklim telah menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh berbagai sektor di dunia, termasuk sektor pertanian. Di Indonesia, dampak perubahan iklim terhadap pertanian sangat nyata dan dapat mengancam ketahanan pangan serta kesejahteraan para petani. Berbagai faktor yang berkaitan dengan perubahan iklim, seperti perubahan pola curah hujan, kenaikan suhu, peningkatan permukaan air laut, serta cuaca ekstrem, menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian.
1. Perubahan Pola Curah Hujan
Perubahan iklim mengakibatkan pergeseran pola curah hujan yang signifikan. Musim kemarau cenderung menjadi lebih panjang, sementara musim hujan berlangsung lebih intens. Kondisi ini berdampak pada siklus tanam dan ketersediaan air untuk irigasi, yang pada akhirnya dapat menghambat produksi tanaman. Ketidakpastian dalam pola hujan juga membuat petani sulit merencanakan jadwal tanam yang optimal, sehingga berisiko mengalami gagal panen.
2. Kenaikan Suhu dan Dampaknya
Suhu yang semakin meningkat akibat perubahan iklim menyebabkan proses evapotranspirasi berlangsung lebih cepat, sehingga kebutuhan air bagi tanaman juga meningkat. Hal ini dapat menyebabkan kekeringan pada lahan pertanian, terutama di daerah yang bergantung pada curah hujan untuk irigasi. Selain itu, kenaikan suhu juga memicu peningkatan intensitas serangan hama dan penyakit tanaman, yang dapat mengurangi hasil panen dan meningkatkan biaya produksi bagi petani.
3. Kenaikan Permukaan Air Laut dan Salinitas Tanah
Mencairnya es di kutub utara akibat pemanasan global menyebabkan kenaikan permukaan air laut. Dampaknya sangat dirasakan oleh daerah pertanian pesisir, seperti persawahan yang rentan terhadap intrusi air laut. Luapan air laut yang masuk ke lahan pertanian menyebabkan peningkatan salinitas tanah, yang merusak struktur tanah dan mengurangi kesuburannya. Akibatnya, produktivitas pertanian di daerah pesisir mengalami penurunan yang signifikan.
4. Cuaca Ekstrem dan Bencana Alam
Perubahan iklim juga memicu peningkatan frekuensi dan intensitas cuaca ekstrem, seperti banjir, kekeringan, dan badai. Bencana alam ini sering kali mengakibatkan kerusakan besar pada lahan pertanian dan tanaman yang sedang dalam masa pertumbuhan. Selain merugikan petani secara ekonomi, cuaca ekstrem juga dapat berdampak pada ketahanan pangan nasional.
Dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian di Indonesia sangat serius dan membutuhkan perhatian serta tindakan nyata dari berbagai pihak. Upaya adaptasi, seperti penerapan teknologi pertanian yang lebih tahan terhadap perubahan iklim, pengelolaan sumber daya air yang lebih efisien, serta kebijakan yang mendukung petani dalam menghadapi perubahan iklim, menjadi langkah penting yang harus segera diambil. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan sektor pertanian di Indonesia dapat tetap bertahan dan berkembang meskipun menghadapi tantangan dari perubahan iklim.
Penulis: Anis Bias Cintaning | Editor: Rahel Azzahra