KENAPA TANAH SAWAH MASIH ASAM MESKIPUN SUDAH BERKALI-KALI DIBERI KAPUR, DAN BAGAIMANA CARA MENGATASINYA?
KENAPA TANAH SAWAH MASIH ASAM MESKIPUN SUDAH BERKALI-KALI DIBERI KAPUR, DAN BAGAIMANA CARA MENGATASINYA?
![]()
Pertanyaan :
Lahan persawahan saya Memiliki pH 4,5 yang artinya asam, sudah ditambahkan kapur pertanian namun tetap asam, bagaimana cara memperbaiki dan menaikkan pH tanah tersebut?
(Muhammad Jauhari Jahfal Adhila)
Jawaban :
Halo, Sobat Tani dan Nelayan
Terimakasih telah bertanya kepada Pakar IPB University
pH tanah yang rendah (asam) seperti pH 4,5 merupakan tantangan bagi pertumbuhan tanaman karena dapat menyebabkan ketersediaan unsur hara menjadi terbatas dan meningkatkan kelarutan unsur beracun seperti aluminium (Al) dan besi (Fe). Penambahan kapur pertanian (biasanya dolomit atau kalsit) adalah langkah yang sudah tepat, karena kapur berfungsi menetralkan keasaman dan meningkatkan pH tanah. Namun, jika setelah aplikasi kapur pH tanah belum naik secara signifikan, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan :
- Dosis dan Pencampuran Kapur : Pastikan dosis kapur yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan lahan berdasarkan hasil analisis tanah. Umumnya, semakin asam tanah dan semakin tinggi kandungan liatnya, semakin banyak kapur yang dibutuhkan. Selain itu, kapur perlu dicampur rata ke dalam lapisan olah tanah agar bereaksi optimal.
- Jenis Kapur : Pilih kapur yang memiliki reaktivitas tinggi, seperti dolomit (mengandung kalsium dan magnesium) atau kalsit. Reaktivitas kapur dan ukurannya (semakin halus semakin cepat reaksi) juga mempengaruhi efektivitas dalam menaikkan pH.
- Faktor Waktu : Proses peningkatan pH tanah tidak instan. Reaksi kapur dengan tanah bisa memakan waktu beberapa minggu hingga bulan, tergantung pada kelembapan, suhu, dan aktivitas mikroorganisme tanah dan buffering capacity
- Kondisi Drainase dan Air Tanah : Pada tanah sawah dengan drainase buruk, kapur bisa tercuci atau tidak bereaksi optimal. Pastikan pengelolaan air baik agar reaksi kimia berjalan dengan baik.
- Kombinasikan dengan pemberian bahan organik : Penambahan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang dapat meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang membantu proses pelapukan bahan organik dan penyerapan hara, sekaligus berkontribusi terhadap perbaikan struktur tanah dan menaikkan pH dengan mengkelat Al dapat ditukar.
- Pemantauan Rutin : Lakukan pengukuran pH tanah secara berkala untuk memantau perubahan dan menentukan apakah aplikasi kapur perlu diulang atau disesuaikan.
Selain itu, hindari penggunaan pupuk kimia yang bersifat asam (misal urea berlebihan tanpa penyeimbang), karena dapat menurunkan pH tanah lebih lanjut. Dengan pendekatan terintegrasi, diharapkan pH tanah dapat meningkat secara bertahap ke kisaran netral (6–7), sehingga tanaman dapat tumbuh lebih optimal.
Selamat mencoba
Dijawab oleh Pakar Prof. Dr. Ir. Arief Hartono, M.Sc.Agr. I Editor : Furqon Sidiq