Artikel

CARA MENGATASI TANAMAN UBI KAYU YANG MENGUNING, BERBERCAK, DAN KERDIL  

Bercak daun cokelat pada singkong menyebabkan daun menguning. Area cokelat yang terinfeksi terlihat jelas pada daun yang menguning | Sumber: plantwiseplusknowledgebank
Artikel Konsultasi / Pertanian

CARA MENGATASI TANAMAN UBI KAYU YANG MENGUNING, BERBERCAK, DAN KERDIL  

Loading

Pertanyaan :  

Bagaimana cara mengatasi hama/penyakit pada tanaman ubi kayu, daun mengining, ada bercak dan lama-lama mati, terus daun menjadi kerdil 

(Fardiman) 

Jawaban :  

1. Penyebab yang memungkinkan

• Penyakit bercak daun (fungi/bakteri) : 
Misalnya Cercospora (cendawan) atau Xanthomonas (bakteri), menyebabkan bercak cokelat/abu-abu, daun menguning lalu rontok.

• Virus mosaik ubi kayu (Cassava Mosaic Virus/CMV): 
Gejala khas berupa daun kerdil, belang kuning-hijau, pertumbuhan terhambat, dan produksi menurun drastis.

• Serangan hama vektor (kutudaun/whitefly): 
Hama ini menyebarkan virus mosaik dan juga mengisap cairan daun sehingga memperparah gejala kuning dan kerdil.

• Faktor fisiologis/tanah: 
Kekurangan hara (misalnya N, K, Mg) juga bisa memicu daun menguning, tetapi biasanya tidak diikuti bercak khas.

2. Langkah Pengendalian 

a. Sanitasi dan Budidaya 
• Gunakan bibit/stek sehat dari tanaman bebas penyakit, hindari bahan tanam dari kebun yang sudah terserang.
• Cabut dan musnahkan tanaman yang sudah parah terserang virus mosaik (eradikasi).
• Atur jarak tanam agar sirkulasi udara baik dan kelembapan tidak terlalu tinggi.
• Rotasi dengan tanaman non-ubi (jagung, kacang-kacangan) minimal 1 musim untuk menekan inokulum penyakit tular tanah.

b. Pengendalian Hama Vektor 
Kendalikan whitefly/kutudaun dengan:
• Insektisida nabati (ekstrak daun mimba, serai, atau tembakau) 
• Pasang perangkap kuning berperekat untuk memantau dan menekan populasi kutudaun/whitefly.

c. Pengendalian Penyakit Daun 
Untuk bercak daun Cercospora jika sudah berat: semprotkan fungisida berbahan aktif mankozeb, klorotalonil, atau difenokonazol sesuai anjuran.
Untuk bercak bakteri: sanitasi daun terserang, jika sudah berat gunakan bakterisida.

d. Pemupukan Berimbang 
Tambahkan pupuk NPK sesuai rekomendasi (misalnya 100–150 kg/ha urea, 75–100 kg/ha KCl, dan pupuk organik 5–10 ton/ha).
Berikan pupuk daun yang mengandung Mg dan mikro nutrien bila terlihat gejala kekurangan hara. 

3. Pencegahan Jangka Panjang

Gunakan varietas ubi kayu yang toleran terhadap virus mosaik (misalnya varietas unggul dari Balitkabi).
Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT): gunakan bibit sehat, kombinasi sanitasi, varietas tahan, monitoring vektor, penggunaan musuh alami (kumbang Menochilus, laba-laba), dan pestisida nabati/kimia bila diperlukan. 

Semoga bermanfaat,

Dijawab oleh pakar, Dr. Fitrianingrum Kurniawati, S.P., M.Si. I Editor : Furqon Sidiq

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame