Artikel

BAGAIMANA SOLUSI EFEKTIF ATASI HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN HORTIKULTURA?

IPB DIGITANI - TANI DAN NELAYAN CENTER IPB UNIVERSITY - BAGAIMANA SOLUSI EFEKTIF ATASI HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN HORTIKULTURA?
Artikel Konsultasi / Pertanian

BAGAIMANA SOLUSI EFEKTIF ATASI HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN HORTIKULTURA?

Pertanyaan:

Petani di salah satu desa di Provinsi Jawa Barat menghadapi berbagai kendala hama dan penyakit pada tanaman hortikultura, seperti penyakit daun kuning (virus Gemini), penyakit kayu (Fusarium), serangan lalat buah, dan ulat grayak. Meskipun telah menggunakan berbagai pestisida dan obat kimia, masalah ini tetap berlanjut dan berdampak pada penurunan hasil panen. Bagaimana cara yang efektif dan berkelanjutan untuk mengatasi masalah ini agar petani dapat meningkatkan hasil pertaniannya?

(Sabila)

Jawaban:

Halo, Sobat Tani.

Terima kasih telah bertanya kepada Pakar IPB University.

Geminivirus adalah penyakit yang ditularkan melalui benih dan serangga vektor, terutama kutu kebul. Untuk mengurangi penyebarannya, petani di daerah tersebut disarankan menggunakan benih dari varietas yang tahan terhadap Geminivirus.

Jika ada tanaman yang sudah terinfeksi, sebaiknya segera dicabut dan dimusnahkan agar tidak menular ke tanaman lain. Selain itu, pengendalian kutu kebul sebagai vektor penyebaran sangat penting dilakukan.

Untuk mengatasi penyakit layu Fusarium, berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:

  1. Pemilihan Varietas Tahan Penyakit
    Gunakan varietas yang memiliki ketahanan terhadap Fusarium. Beberapa perusahaan benih menyediakan varietas yang lebih tahan terhadap penyakit ini.
  2. Penggunaan Bibit Sehat
    Pastikan bibit yang digunakan bebas dari infeksi Fusarium untuk mencegah penyebaran sejak awal.
  3. Pengelolaan Tanah
    • Pastikan tanah memiliki drainase yang baik agar tidak terlalu lembab, karena Fusarium berkembang lebih cepat di kondisi tanah yang basah.
    • Terapkan rotasi tanaman dengan jenis yang tidak rentan terhadap Fusarium untuk mengurangi populasi jamur di tanah.
  4. Sanitasi Kebun
    • Bersihkan dan buang tanaman yang terinfeksi jauh dari kebun untuk mencegah penyebaran.
    • Disinfeksi alat pertanian sebelum digunakan kembali untuk menghindari penyebaran cendawan.
  5. Penggunaan Fungisida
    Fungisida yang mengandung thiophanate-methyl atau azoxystrobin dapat digunakan sebagai pencegahan, meskipun efektivitasnya menurun jika infeksi sudah menyebar luas.
  6. Pengelolaan Irigasi
    Hindari penyiraman berlebihan dan pastikan sistem irigasi tidak menyebarkan patogen dari satu tanaman ke tanaman lainnya.
  7. Amendemen Tanah
    • Gunakan bahan organik seperti kompos untuk meningkatkan kesehatan tanah dan menghambat pertumbuhan Fusarium.
    • Aplikasi Trichoderma spp. sebagai agen hayati dapat membantu menekan populasi Fusarium di dalam tanah.
  8. Pemeriksaan dan Pemantauan Rutin
    Lakukan pemantauan berkala untuk mendeteksi gejala awal penyakit dan segera ambil tindakan sebelum penyebaran meluas.
  9. Sterilisasi Tanah
    Jika infeksi sudah sangat parah, sterilisasi tanah dengan solarisasi atau fumigasi bisa menjadi opsi untuk mengurangi jumlah cendawan di dalam tanah.
  10. Edukasi dan Pelatihan
    Memberikan edukasi kepada petani tentang identifikasi gejala awal serta teknik pengendalian yang tepat dapat membantu dalam pencegahan dan pengelolaan penyakit ini.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi serangan penyakit dan meningkatkan hasil panen di lapangan.

Selamat mencoba.

Dijawab oleh Dr. Fitrianingrum Kurniawati, S.P., M.Si. | Editor: Fathiyya Azzahra

    Tanya Pakar