Artikel

TNC LPA2I IPB UNIVERSITY BERSAMA PEMKAB BULUNGAN DAN YKAN DORONG PERTANIAN PRODUKTIF DAN BERKELANJUTAN MELALUI SEKOLAH LAPANGAN AGROKOMPLEKS

IMG_7098
Berita / Siaran Pers

TNC LPA2I IPB UNIVERSITY BERSAMA PEMKAB BULUNGAN DAN YKAN DORONG PERTANIAN PRODUKTIF DAN BERKELANJUTAN MELALUI SEKOLAH LAPANGAN AGROKOMPLEKS

Loading

“Program ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan pembangunan hijau yang berkelanjutan. Melalui sekolah lapangan, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga praktik langsung yang dapat diterapkan sesuai kondisi wilayah masing-masing.”

DIGITANI.IPB.AC.ID, Bogor – IPB University melalui Tani dan Nelayan Center (TNC), Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I), turut mengambil peran dalam penguatan kapasitas masyarakat melalui Program Sekolah Lapangan Agrokompleks di Desa Long Buang, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan. Bersama Pemerintah Kabupaten Bulungan dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), IPB University mendukung proses pembelajaran berbasis praktik lapangan yang menghubungkan pengetahuan ilmiah, pengalaman petani, dan potensi sumber daya lokal untuk mendorong pengembangan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

Program Sekolah Lapangan Agrokompleks dirancang sebagai ruang belajar bersama yang melibatkan 46 yang terdiri dari 30 perwakilan petani dari Kecamatan Peso, 10 mahasiswa Universitas Kaltara, serta 6 penyuluh pertanian lapangan (PPL) Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu tahun dengan rangkaian pembelajaran yang dilakukan secara bertahap dan dijadwalkan berakhir pada November 2026.

Melalui keterlibatan TNC LPA2I IPB University, peserta didorong untuk tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga mengembangkan pengetahuan dan keterampilan melalui praktik langsung berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Peserta akan mengamati kondisi agroekosistem, melakukan praktik, berdiskusi, mengidentifikasi permasalahan, serta mengevaluasi berbagai hasil pembelajaran sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.

IPB University bersama Pemkab Bulungan dan YKAN (Foto: TNC LPA2I IPB)

Sekretaris Daerah Kabupaten Bulungan, H. Risdianto, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan salah satu langkah dalam memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mendorong pembangunan hijau yang produktif dan berkelanjutan.

“Program ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan pembangunan hijau yang berkelanjutan. Melalui sekolah lapangan, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga praktik langsung yang dapat diterapkan sesuai kondisi wilayah masing-masing,” ujar Risdianto.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan program sejalan dengan arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bulungan 2025–2030, yang menetapkan wilayah koridor barat, khususnya Kecamatan Peso, sebagai kawasan cepat tumbuh berbasis pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan terpadu.

“Koridor barat menjadi salah satu fokus pengembangan daerah. Karena itu, peningkatan kapasitas petani menjadi bagian penting agar potensi yang dimiliki mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ungkapnya.

Peserta Sekolah Lapangan Agrokompleks (Foto: Foto: TNC LPA2I IPB)

Pelaksanaan Sekolah Lapangan Agrokompleks didukung melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bulungan, YKAN, TNC LPA2I IPB University, penyuluh, mahasiswa, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut mempertemukan perspektif pembangunan daerah, konservasi lingkungan, serta penguatan kapasitas dan pengetahuan pertanian di tingkat masyarakat.

Bagi TNC LPA2I IPB University, keterlibatan dalam program ini merupakan bagian dari upaya untuk menghadirkan pengetahuan dan inovasi perguruan tinggi secara lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pendekatan sekolah lapangan, pengetahuan ilmiah yang dikembangkan di perguruan tinggi dapat dipadukan dengan pengalaman serta pengetahuan lokal masyarakat dalam menjawab berbagai tantangan di tingkat tapak.

Peserta Sekolah Lapangan Agrokompleks (Foto: Foto: TNC LPA2I IPB)

Salah satu pendekatan utama yang diperkenalkan dalam Sekolah Lapangan Agrokompleks adalah agrosilvopastura, yaitu model pengelolaan lahan yang mengintegrasikan sektor pertanian, kehutanan, dan peternakan secara berkelanjutan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengoptimalkan potensi lahan dan sumber daya yang tersedia sekaligus menjaga fungsi ekologis kawasan.

“Pendekatan ini diharapkan membuat peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu menerapkan, mengembangkan, bahkan mereplikasi sistem agrosilvopastura sesuai karakteristik wilayah masing-masing,” jelas Risdianto.

Peserta Sekolah Lapangan Agrokompleks (Foto: Foto: TNC LPA2I IPB)

Program Sekolah Lapangan Agrokompleks dirancang dalam delapan sesi pembelajaran yang disusun secara bertahap selama periode pelaksanaan program. Setiap sesi menjadi bagian dari proses penguatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memahami dan mengelola sistem pertanian secara lebih terpadu, produktif, dan berkelanjutan.

Pada proses pembelajaran, peserta didorong untuk tidak hanya menerima materi, tetapi juga melakukan pengamatan terhadap kondisi nyata di lapangan, mengidentifikasi persoalan yang dihadapi, mencoba berbagai praktik, serta mengembangkan solusi yang sesuai dengan kondisi agroekosistem setempat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membangun proses belajar yang lebih partisipatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Pengamatan Lapangan oleh Peserta Sekolah Lapangan Agrokompleks (Foto: Foto: TNC LPA2I IPB)

Kolaborasi dengan YKAN turut memperkuat perspektif keberlanjutan dalam pengembangan program. Sementara itu, keterlibatan TNC LPA2I IPB University memperkuat aspek pengembangan kapasitas melalui pendekatan pembelajaran yang menghubungkan keilmuan, inovasi, dan praktik masyarakat di lapangan. Dengan demikian, peningkatan produktivitas pertanian diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.

Melalui pelaksanaan program selama satu tahun hingga November 2026, Sekolah Lapangan Agrokompleks di Desa Long Buang diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bersama bagi petani dan seluruh pihak yang terlibat. Pengalaman serta hasil pembelajaran dari program ini juga diharapkan dapat menjadi model yang dapat dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain sesuai dengan karakteristik dan potensi masing-masing daerah.

Penulis: Nurma | Editor: Rahel Azzahra

Tanya Pakar

powered by Advanced iFrame